Banyak sekali informasi bias dan diragukan keabsahannya yang berseliweran di dunia maya dan viral di media sosial. Yang dikhawatirkan ketika informasi ini dijadikan strategi dalam belajar, karena ketidakvalidanya, justru bisa mengantarkan kita menuju kegagalan. Berikut ini adalah beberapa informasi bias, yang sudah menjadi mitos umum, yang sebaiknya disikapi dengan hati-hati.
1) Mitos Nilai Mati SBMPTN
istilah "nilai mati" biasanya digunakan dalam ujian masuk sekolah kedinasan, contohnya ujian masuk PKN-STAN. Bisa juga diartikan sebagai jumlah minimal soal yang harus dijawab BENAR apabila setidaknya ingin masuk dalam perhitungan ranking untuk dapat lolos dalam ujian tulis
Sejauh ini tidak ada keterangan resmi dari panitia SBMPTN bawasanya diberlakukan nilai mati. SBMPTN murni didasarkan peringkat nilai ujian. Misalkan kuota 30 kursi, maka peringkat 30 terataslah yang akan lolos SBMPTN. Maka strateginya tetap dengan memgumpulkan nilai setinggi-tingginya agar masuk peringkat teratas.
2) Mitos Tentang Pemiliham Jurusan
Dalam SBMPTN kita bisa meninggalkan embel-embel asal sekolah, jurusan sekolah, provinsi sekolah, prestasi sekolah, prestasi individu. Di SBMPTN seleksinya murni kompetisi hasil tes. Kusus wilayah tes, peserta yang memilih 2 program studi atau lebih, salah satu harus berada pada ptn tempat peserta mengadakan ujian. Selanjutnya tentang kelompok jurusan. Kelompok jurusan Saintek, Soshum, maupun IPC, ditentukan oleh jurusan yang akan kalian pilih, bukan asal jurusan kalian di sekolah.
3) Peluang Peserta Bidikmisi Lolos SBMPTN lebih Kecil
Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah, bukan jalur masuk PTN. Kembali lagi kepada ketentuan SBMPTN-parameter penilaian adalah nilai tes. Artinya tidak ada kaitanya antara diterimanya program bidikmisi dengan kelulusan kita dalam SBMPTN.
4)Penilaian SBMPTN Menggunakan Sistem Passing Grade
Dalam SBMPTN tidak menggunakan passing grade. Daftar nilai passing grade yang banyak beredar notabene dibuat oleh bimbel untuk acuan kelulusan atau kemampuan dalam menjawab soal. Passing grade sifatnya dinamis. Artinya, setiap periode SBMPTN memiliki standar tersendiri untuk jurusan-jurusan tertentu setiap tahunnya.
Nah, fungsi passing Grade semata-mata untuk mengukur potensi kita layak diterima di suatu PTN atau tidak. Ini juga berfungsi untuk menentukan target paling realistis saat kita hendak memilih jurusan.
Beberapa fakta tentang Passing Grade :
* passing grade selalu berubah tiap tahun
* tidak ada yang mengetahui nilai passing grade asli suatu prodi, apapun prodi dan PTN nya.
* jika passing grade asli tidak pernah dikeluarkan lalu bagaimana dengan data passing grade yang diberikan berbagai situs? Data tersebut merupakan data prediksi dalam suatu prodi PTN.
* Passing grade bukan satu-satunya patokan dalam menentukan suatu prodi. Yang lainnya ialah jumlah kuota bangku, peminat sebelumnya, prospek karir, gambaran mengenai perkuliahan yang akan dilewati.
* meskipun begitu, passing grade dapat kalian manfaatkan sebagai target nilai dengan tujuan untuk meningkatkan mitivasi dan semangat belajar.
5) Lebih Baik Menjawab "Ngawur" daripada Dikosongin
Pada setiap soal SBMPTN disediakan 5 pilihan jawaban dimana hanya ada satu yang benar dan 4 pilihan jawaban lainnya salah. Artinya peluang betulnya ialah 1/5 dan peluang salah adalah 4/5.
Namun yang TERPENTING artinya, apa yang kita lakukan adalah sia-sia. "Ngawur" dan "tidak menjawab sama sekali" keduanya tidak ada yang lebih baik, keduanya tidak memberikan nilai lebih. Pilihan terbaiknya adalah mengerjakan dengan benar SEBANYAK-BANYAKNYA.
Nah mungkin hanya ini dulu yang dapat Pencil beritahukan kepada sahabat Pencil semua, semoga bermanfaat dan sukses SBMPTN untuk kita semua
INGAT USAHA TIDAK AKAN PERNAH MENGKHIANATI HASIL, YAKIN DAN BERSUNGGUH-SUNGGUHLAH KELAK KAMU AKAN MEMANEN HASILNYA.
#SALAMMYDABERKARYA
#SALAMSAHABATPENCIL
#PENCIL
#PENULISCILIK1
Kunjungi Juga
Untuk menambah wawasan teman pencil semua :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar